Pupuk Meningkatkan Hasil Pertanian di Desa

Bagaimana jika lahan pertanian luas tapi hasil semakin kecil? Bahkan maraknya hama perusak tanaman menjadikan para pentani bingung meningkatkan penghasilan di desa. Mau menjalankan sebuah usaha juga terkendala soal peluang usaha yang cocok di desa, bahkan sulitnya memulai usaha dengan modal kecil di desa, maka solusinya adalah dibutuhkan cara meningkatkan hasil pertanian di desa.

Salah satu cara meningkatkan hasil pertanian di desa saat ini adalah dengan menggunakan beberapa jenis pupuk yang cocok untuk kesuburan tabah, meningkatkan kelembaban tanah saat musim kemarau dan membuka pori / memperbaiki struktur tanah yang mulai rusak.

Ada banyak jenis pupuk yang bisa digunakan, seperti pupuk cair ataupun pupuk buatan sendiri.

Lalu jenis pupuk apasih? Yang bisa meningkatkan hasil pertanian?

Baik… Sebenarnya hasil pertanian tidak harus tergantung dari penggunaan pupuk untuk meningkatkan hasil, namun karena kondisi tanah yang kian hari semakin memburuk, maka pupuk salah satu caranya, namun pupuk yang baik, bukanlah pupuk untuk yang langsung memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman, namun yang paling penting adalah penggunaan pupuk yang bisa memperbaiki dan mengembalikan kwalitas struktur tanah.

Tanaman membutuhkan nutrisi dari tanah, maka dari itu.. sangat penting untuk penggunaan pupuk yang kerjanya menormalkan dan memenuhi nutrisi tanaman dalam tanah.

Dari sumber Pertaniku.com Membagikan Tips Gunakan Pupuk Organik.

Salah satu Tips ini Bisa anda Coba…

Pupuk Organik Meningkatkan Hasil Pertanian Di Desa

Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari tanaman dan hewan yang telah melalui proses rekayasa. Pupuk organik memiliki beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan, dan wujudnya.

Dewasa ini, teknologi pupuk organik berkembang pesat. Perkembangan ini tak lepas dari dampak penggunaan pupuk kimia yang menimbulkan berbagai masalah, mulai dari ekosistem yang rusak, memulihkan kesuburan tanah, masalah kesehatan, hingga masalah yang menyangkut petani terhadap pupuk.

Secara umum, pupuk organik dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan penyusunnya. Diharapkan dari segi bentuk, mengandung pupuk organik dan padat. Sementara itu, dari bahan penyusunnya, ada pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos. Berikut ini informasi selengkapnya tentang jenis-jenis pupuk organik yang perlu Anda ketahui.

1. Pupuk hijau

Pupuk hijau diambil dari tanaman pelapukan, baik tanaman sisa panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. Tanaman yang biasa digunakan untuk pupuk hijau di tanaman dari jenis leguminosa (kacang-kacangan) dan tanaman air (azola). Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki kandungan hara, nitrogen khusus yang tinggi serta cepat terurai di dalam tanah.

Di saat-saat tertentu, tanaman pagar dipangkas untuk diambil hijauannya. Hijauan dari tanaman leguminosa bisa langsung diaplikasikan pada tanah sebagai pupuk. Sementara itu, di lahan sawah para petani biasa menggunakan azola sebagai pupuk hijau.

Azola merupakan tanaman pakis udara yang banyak tumbuh pembohong di sawah. Tanaman ini hidup di tanah yang banyak mengandung air. Azola bisa langsung digunakan sebagai pupuk dengan cara dibenamkan ke dalam tanah pada saat pengolahan tanah.

2. Pupuk kandang

Pupuk dari kotoran hewan seperti unggas, sapi, kerbau, dan kambing. Pupuk kembang banyak dipakai sebagai pupuk dasar karena kembangnya melimpah dan proses pembuatannya gampang.

Pupuk pembuatan proses pembuatan yang panjang seperti kompos. Kotoran hewan cukup didiamkan sampai kering dan kering sebelum diaplikasikan ke lahan.

3. Pupuk kompos

Pupuk kompos dihasilkan dari bahan organik pelapukan melalui proses biologis dengan bantuan organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer dapat berupa mikroorganisme atau makroorganisme. Mikroorganisme dekomposer dapat terdiri dari bakteri, jamur, atau kapang. Sementara itu, makroorganisme dekomposer yang paling populer adalah cacing tanah.

Dewasa ini teknologi pengomposan sudah berkembang pesat. Berbagai varian dekomposer mencari metode pembuatannya banyak ditemukan. Dengan begitu, pupuk kompos yang dihasilkan banyak ragamnya, misalnya pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair, dan tablet pupuk organik.

4. Pupuk hayati organik

Pupuk hayati terdiri atas kehidupan yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan nutrisi yang penting bagi tanaman. Dalam Peraturan Menteri Pertanian, pupuk hayati tidak digolongkan sebagai pupuk organik, tetapi sebagai pembenah tanah. Namun, dalam penerapannya di lapangan, disetujui sebagai pupuk organik.

Pupuk hayati secara alami menyediakan nutrisi melalui proses bertahap dengan cara memfokuskan tidak dari atmosfer, melarutkan fosfor, dan mensintesis zat-zat lain yang dibutuhkan tanaman. Jadi, dengan pupuk hayati siklus penyuburan tanah akan terus-menerus dan berkelanjutan.

Sumber: pertanianku.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *